Kendari — Suasana meriah dan penuh makna mewarnai gelaran Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Mandala Waluya, Sabtu (21/4/2026). Sebanyak 247 mahasiswa dari berbagai program studi secara resmi melepas toga akademik mereka, menandai berakhirnya perjalanan akademis di kampus bermarkas di Kendari, Sulawesi Tenggara, ini.
Acara wisuda yang diselenggarakan di Aula Serba Guna Kampus Pusat Universitas Mandala Waluya tersebut dihadiri oleh pejabat kampus, orang tua mahasiswa, keluarga besar, serta undangan dari berbagai institusi pemerintah dan swasta. Prosesi berlangsung meriah mulai pukul 08.00 hingga 12.30 WITA, dengan penuh protokol akademik dan nilai-nilai akademis yang dijunjung tinggi institusi.
Momentum Transisi Generasi Cerdas
Wisuda kali ini menjadi momentum penting bagi Universitas Mandala Waluya, khususnya Fakultas FISIP, dalam melepas generasi lulusan yang diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan nasional. Para wisudawan berasal dari empat program studi utama, yaitu Program Studi Ilmu Administrasi Publik, Ilmu Komunikasi, Hubungan Internasional, dan Pemerintahan.
Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. Bambang Hartono, M.Sc., dalam sambutannya mengungkapkan kebanggaannya terhadap pencapaian akademis para lulusan. “Hari ini adalah hari bersejarah bagi kita semua. Kami melepas 247 mahasiswa FISIP yang telah menyelesaikan perjalanan akademis mereka dengan penuh dedikasi. Mereka adalah aset berharga yang akan membawa nama baik Universitas Mandala Waluya ke tingkat yang lebih tinggi,” kata Prof. Bambang Hartono dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Rektor menekankan bahwa gelar akademik yang diterima oleh para wisudawan bukan hanya sekadar kertas ijazah, melainkan tanggung jawab moral untuk terus belajar dan berkontribusi. “Dunia sudah berubah dengan cepat. Teknologi, sosial media, dan dinamika global menuntut kita untuk terus adaptif. Para lulusan kami harus menjadi agen perubahan yang positif, baik di pemerintahan, sektor swasta, maupun organisasi masyarakat sipil,” tambahnya dengan penekanan yang serius.
Dekan FISIP Apresiasi Konsistensi Akademik
Dekan Fakultas FISIP, Dr. Hardi Susilo, M.Si., juga menyampaikan apresiasi mendalam terhadap perjalanan panjang mahasiswa selama menempuh pendidikan di fakultasnya. Dalam acara wisuda tersebut, Dr. Hardi menyoroti peningkatan kualitas akademik yang signifikan di FISIP selama tiga tahun terakhir.
“Fakultas FISIP telah menunjukkan peningkatan yang konsisten dalam berbagai aspek. Mulai dari akreditasi program studi yang naik peringkat, jumlah publikasi ilmiah dosen yang meningkat, hingga partisipasi mahasiswa dalam kompetisi akademik tingkat nasional dan internasional. Semua ini adalah hasil kerja keras bersama seluruh civitas akademika,” jelas Dr. Hardi Susilo.
Dekan juga menyampaikan bahwa dari 247 wisudawan yang dilepas hari ini, 18 mahasiswa mendapatkan predikat Cum Laude dengan Indeks Prestasi Kumulatif di atas 3.5, sementara 64 mahasiswa lainnya meraih predikat Sangat Memuaskan. Pencapaian ini menunjukkan dedikasi mahasiswa dalam mengejar keunggulan akademis di tengah tantangan dan dinamika perkuliahan modern.
“Kami juga bangga bahwa banyak dari lulusan kami yang telah mendapatkan penawaran kerja bahkan sebelum wisuda berlangsung. Ada yang ditarik langsung oleh kementerian, lembaga negara, perusahaan multinasional, hingga startup teknologi. Ini membuktikan bahwa lulusan FISIP Mandala Waluya memiliki daya saing yang tinggi di pasar kerja,” katanya dengan antusias.
Cerita Inspiratif dari Para Wisudawan
Di antara 247 wisudawan, terdapat kisah-kisah inspiratif yang menunjukkan perjalanan dan dedikasi mereka selama masa kuliah. Salah satu adalah Muhammad Rifai, wisudawan dari Program Studi Ilmu Administrasi Publik dengan predikat Cum Laude.
Rifai menceritakan bagaimana ia berhasil menyelesaikan studi dengan nilai sempurna sambil aktif dalam organisasi mahasiswa dan melakukan penelitian tentang efektivitas kebijakan publik di Sulawesi Tenggara. “Perjalanan kuliah saya penuh dengan pembelajaran. Tidak hanya dari buku dan dosen, tetapi juga dari kehidupan nyata. Saya aktif terjun ke masyarakat, melakukan riset lapangan, dan membantu beberapa LSM dalam program pemberdayaan masyarakat. Semua pengalaman itu membuat saya siap terjun ke dunia kerja,” ujar Rifai, yang kini telah menerima penawaran sebagai pegawai di Kementerian Dalam Negeri.
Cerita lain datang dari Siti Nurhaliza, wisudawan Program Studi Ilmu Komunikasi. Nurhaliza berhasil menyelesaikan skripsi tentang pengaruh media sosial terhadap perilaku konsumen muda dengan riset yang mendalam dan original. Selama kuliah, ia juga magang di beberapa media massa terkemuka dan lembaga komunikasi pemerintah.
“Saya belajar bahwa komunikasi itu adalah jantung dari segala sesuatu. Baik dalam organisasi, pemerintahan, maupun kehidupan bermasyarakat, kemampuan berkomunikasi yang baik sangat krusial. Ilmu yang saya dapatkan di FISIP benar-benar memberikan fondasi yang kuat untuk karir saya di industri media dan komunikasi,” ungkap Nurhaliza, yang akan melanjutkan karirnya di sebuah perusahaan media digital terkemuka.
Tantangan dan Peluang di Era Digital
Dalam konteks era digital dan transformasi sosial yang cepat, para wisudawan FISIP dihadapkan pada berbagai peluang sekaligus tantangan. Kepala Program Studi Ilmu Administrasi Publik, Dr. Eka Prasetya Wijaya, M.Adm., menekankan pentingnya adaptasi lulusan terhadap perubahan paradigma administrasi publik modern.
“Administrasi publik sudah tidak bisa lagi hanya fokus pada prosedur dan birokrasi tradisional. Dengan adanya e-government, smart city, dan teknologi informasi, lulusan kami harus mampu mengintegrasikan teknologi dengan keahlian manajemen. Mereka harus menjadi problem solver yang inovatif dan customer-oriented dalam melayani publik,” jelas Dr. Eka.
Sementara itu, Ketua Program Studi Hubungan Internasional, Prof. Dr. Dwi Retno Widyastuti, M.I.P., melihat lulusan-lulusannya sebagai generasi yang strategis dalam menghadapi kompetisi global. “Hubungan internasional semakin kompleks dan multidimensional. Lulusan kami tidak hanya harus memahami diplomasi tradisional, tetapi juga isu-isu transnasional seperti lingkungan, migrasi, terorisme, dan perdagangan digital. Mereka harus menjadi diplomat sejati yang mampu memahami nuansa budaya dan kepentingan strategis nasional,” paparnya.
Dukungan Alumni dan Industri
Wisuda kali ini juga dihadiri oleh beberapa alumni sukses FISIP Universitas Mandala Waluya yang kini menduduki posisi strategis di berbagai institusi. Salah satunya adalah Sugeng Riyanto, alumni tahun 2019 yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sulawesi Tenggara.
“Saya merasa bangga melihat adik-adik tingkat ini wisuda hari ini. Ketika saya masih kuliah, saya tidak membayangkan bahwa ilmu yang saya dapat akan saya terapkan secara langsung dalam menjalankan tugas di pemerintahan. Saya ingin berpesan kepada para wisudawan untuk terus belajar, tetap rendah hati, dan selalu mengutamakan kepentingan publik daripada kepentingan pribadi,” pesan Sugeng Riyanto.
Sementara itu, perwakilan dari sektor swasta, Andi Suharno, Direktur Human Resources sebuah perusahaan multinasional, juga hadir sebagai pembicara dalam acara wisuda. “Kami selalu mencari talenta terbaik dari lulusan universitas ternama, termasuk dari Universitas Mandala Waluya. Lulusan FISIP yang pernah kami rekrut menunjukkan performance yang baik, terutama dalam hal komunikasi, analisis, dan problem-solving. Kami terbuka untuk terus merekrut talenta terbaik dari sini,” ujarnya dengan optimis.
Dampak Sosial dan Harapan Ke Depan
Kelulusan 247 mahasiswa FISIP ini diharapkan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah Sulawesi Tenggara khususnya, dan Indonesia pada umumnya. Dengan keahlian dalam ilmu sosial, pemerintahan, komunikasi, dan hubungan internasional, lulusan-lulusan ini diproyeksikan dapat mengisi posisi-posisi strategis di pemerintahan pusat dan daerah, organisasi internasional, media massa, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta.
Rektor Bambang Hartono berharap bahwa universitas dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan dan menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, etika, dan tanggung jawab sosial yang tinggi. “Dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, ketidaksetaraan, korupsi, dan polarisasi sosial, kita membutuhkan pemimpin dan profesional yang visioner dan berorientasi pada kemanusiaan. Itulah visi kami dalam mendidik mahasiswa di Universitas Mandala Waluya,” katanya.
Penutup
Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 Fakultas FISIP Universitas Mandala Waluya, Sabtu (21/4/2026) kemarin, telah menutup satu bab penting dalam perjalanan pendidikan 247 mahasiswa. Namun, bagi mereka, ini adalah awal dari petualangan baru yang penuh dengan tanggung jawab dan peluang untuk berkontribusi bagi masyarakat luas.
Dengan bekal ilmu pengetahuan, pengalaman praktis, dan nilai-nilai akademik yang telah mereka peroleh selama menempuh studi di FISIP, para lulusan ini diharapkan mampu menjadi agen perubahan sosial yang positif. Baik melalui peran mereka di pemerintahan, sektor swasta, organisasi kemasyarakatan, atau media massa, lulusan-lulusan FISIP Universitas Mandala Waluya diharap dapat memberikan kontribusi nyata untuk kemajuan Sulawesi Tenggara dan Indonesia secara keseluruhan.
Universitas Mandala Waluya sendiri berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat penelitian dan pengabdian masyarakat, serta memperluas jaringan alumni dan kerjasama dengan berbagai institusi domestik dan internasional. Dengan cara demikian, diharapkan universitas ini dapat terus menghasilkan lulusan yang berkualitas, berkarisma, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Para wisudawan dapat meninggalkan Universitas Mandala Waluya dengan kepala tegak, membawa harapan, doa, dan dukungan dari seluruh civitas akademika. Semoga mereka sukses dalam menjalani karir profesional dan terus menjadi kebanggaan almamater serta kontributor nyata bagi pembangunan bangsa.
[Selesai]