Kendari – Universitas Mandala Waluya (Unimwa), khususnya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), kembali membuktikan keunggulannya di tingkat nasional dan internasional. Prestasi terbaru datang dari tim mahasiswa yang berhasil meraih medali emas dalam ajang kompetisi debat internasional bergengsi yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, pada minggu pertama April 2026 lalu.
Pencapaian luar biasa ini menandai puncak dedikasi mahasiswa FISIP Unimwa dalam mengembangkan kompetensi intelektual dan keterampilan berbicara publik. Tim yang terdiri dari tiga mahasiswa semester enam program studi Komunikasi dan satu mahasiswa dari program studi Hubungan Internasional, telah melewati serangkaian pertandingan ketat menghadapi puluhan universitas dari berbagai negara.
### Perjalanan Menuju Podium Tertinggi
Tim debat yang diberi nama “Kendari Dialectical Forum” ini terdiri dari Maulana Syarif Hidayat (21 tahun, mahasiswa Komunikasi), Sinta Ramadhani Putri (20 tahun, mahasiswa Komunikasi), Farah Nabila Kusuma (21 tahun, mahasiswa Komunikasi), dan Rafiq Ahmad Wijaya (22 tahun, mahasiswa Hubungan Internasional). Mereka mempersiapkan diri selama lima bulan dengan intensitas latihan yang sangat tinggi, melibatkan pembimbing dari lingkungan akademik Unimwa dan mentoring dari praktisi komunikasi profesional.
“Perjalanan kami menuju Bangkok tidaklah mudah. Kami harus melalui seleksi internal, kompetisi regional, dan akhirnya lolos ke tingkat nasional untuk bisa merepresentasikan Indonesia dalam ajang internasional ini,” ungkap Maulana Syarif Hidayat dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Rektorat Unimwa, Kamis (11 April 2026).
Kompetisi yang diikuti oleh 45 universitas dari 28 negara tersebut menghadirkan berbagai topik kontroversial seputar isu-isu global. Dalam babak final, tim FISIP Unimwa berhadapan dengan universitas terkemuka dari Singapura, Malaysia, dan Australia. Debat mereka berfokus pada topik “Regulasi Teknologi Artificial Intelligence dalam Melindungi Privasi Data Warga Negara di Era Digital.”
### Performa Cemerlang di Panggung Internasional
Juri internasional memberikan pujian tinggi terhadap argumentasi yang dibangun oleh tim Unimwa. Mereka mampu mengintegrasikan perspektif lokal Asia Tenggara dengan standar akademik internasional, menciptakan narasi yang kohesif dan persuasif. Kemampuan mereka dalam menguasai bahasa Inggris akademik serta pendalaman materi juga menjadi faktor utama kesuksesan mereka.
“Juri mengatakan bahwa perspektif kami tentang keseimbangan antara inovasi teknologi dan perlindungan privasi sangat segar dan berbeda dari negara-negara Barat. Kami berhasil menunjukkan bahwa Indonesia, melalui universitas di daerah seperti Kendari, memiliki kapasitas intelektual yang setara dengan universitas-universitas top dunia,” jelas Sinta Ramadhani Putri dengan bangga.
Selain meraih medali emas dalam kategori tim, Maulana Syarif Hidayat juga dinobatkan sebagai “Best Speaker” atau pembicara terbaik dalam kompetisi tersebut. Pencapaian individual ini menambah prestise tim dan universitas secara keseluruhan.
Keberhasilan tim debat ini bukanlah satu-satunya prestasi mahasiswa FISIP dalam kuartal pertama tahun akademik 2025/2026. Sebelumnya, pada bulan Februari, seorang mahasiswa program studi Ilmu Pemerintahan, Putri Ayu Lestari, berhasil memenangkan kompetisi esai internasional yang diselenggarakan oleh Forum Kepemimpinan Asia Tenggara. Esainya berjudul “Governance dan Sustainable Development Goals: Tantangan dan Peluang Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia Timur” mendapat apresiasi dari para akademisi dan praktisi kebijakan publik.
### Apresiasi dan Komitmen dari Pimpinan Kampus
Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. Bambang Suryanto, M.Sc., memberikan apresiasi mendalam atas pencapaian mahasiswa FISIP tersebut. Dalam acara pemberian penghargaan resmi yang dihadiri oleh dosen, mahasiswa, dan staf administrasi, Rektor Bambang menyampaikan pidatonya dengan penuh antusiasme.
“Prestasi yang diraih oleh Maulana, Sinta, Farah, dan Rafiq adalah bukti nyata dari komitmen Universitas Mandala Waluya untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya berkualitas secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing global. Mereka telah menempatkan Kendari, Sulawesi Tenggara, dan Indonesia di peta kesadaran akademis dunia,” ujar Prof. Bambang Suryanto dalam sambutannya.
Rektor lebih lanjut menekankan bahwa prestasi ini sejalan dengan visi Unimwa untuk menjadi universitas riset terkemuka di kawasan Asia Tenggara. “Kami percaya bahwa kualitas pendidikan bukan hanya diukur dari ranking universitas internasional, melainkan dari dampak nyata yang dihasilkan oleh lulusan kami di masyarakat global. Mahasiswa-mahasiswa seperti tim debat kami adalah representasi dari komitmen tersebut,” tambah Rektor.
Dekan Fakultas FISIP, Dr. Hasnawati Ridho, S.S., M.A., juga berbagi perspektif tentang pencapaian ini. Menurutnya, kesuksesan mahasiswa FISIP di tingkat internasional adalah hasil dari ekosistem akademik yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
“Kami di FISIP telah mengembangkan program-program khusus untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi kompetisi global. Mulai dari mata kuliah berbahasa Inggris, program English Club, debating club yang regular, hingga partnerships dengan universitas di luar negeri. Semua elemen ini bersinergi menciptakan mahasiswa yang siap berkompetisi di tingkat internasional,” jelas Dekan Hasnawati.
### Dampak Terhadap Institusi dan Mahasiswa Lainnya
Prestasi yang diraih tidak hanya memberikan kepuasan bagi individu mahasiswa dan pimpinan kampus, tetapi juga memiliki dampak positif yang lebih luas. Beberapa universitas di Indonesia telah menghubungi FISIP Unimwa untuk mengetahui metodologi dan strategi yang digunakan dalam melatih mahasiswa untuk kompetisi internasional.
Selain itu, prestasi ini juga meningkatkan minat calon mahasiswa untuk mendaftar di FISIP Unimwa. Penerimaan mahasiswa baru untuk tahun akademik 2026/2027 sudah menunjukkan peningkatan signifikan, khususnya untuk program studi Komunikasi dan Hubungan Internasional. Data dari bagian Akademik menunjukkan peningkatan pendaftar sebesar 32 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Prestasi mahasiswa kami mendapat liputan media nasional dan internasional. Ini memberikan visibilitas yang sangat positif bagi universitas. Banyak sekolah menengah atas di Kendari dan sekitarnya yang kemudian merekomendasikan Unimwa kepada siswanya,” ungkap Kepala Bagian Penerimaan Mahasiswa, Drs. Hendra Wijaya, M.Pd.
### Dukungan Infrastruktur dan Program Pengembangan
Kesuksesan tim debat juga mencerminkan investasi kampus dalam infrastruktur dan program pengembangan mahasiswa. FISIP Unimwa memiliki Speech and Debate Center yang dilengkapi dengan fasilitas modern, termasuk studio recording, ruang simulasi, dan perpustakaan khusus berisi literatur debat internasional.
Pembimbing tim debat, Dr. Rini Kartika Sari, S.Kom., M.A., mengungkapkan bahwa dukungan institusional menjadi kunci utama. “Universitas memberikan fasilitas lengkap, dari funding untuk pelatihan hingga kesempatan untuk mengikuti kompetisi internasional. Semua ini sangat mendukung pengembangan mahasiswa,” kata Dr. Rini, yang juga merupakan koordinator Debating Club FISIP.
Program ekstrakurikuler debat di Unimwa dimulai sejak mahasiswa memasuki semester pertama. Ada seleksi khusus untuk merekrut talent terbaik, diikuti dengan pelatihan rutin yang intensif. Kurikulum pelatihan mencakup logical argumentation, public speaking, critical thinking, serta penguasaan berbagai topik isu global kontemporer.
### Visi Ke Depan dan Komitmen Berkelanjutan
Tim debat FISIP Unimwa telah menyatakan komitmennya untuk terus berkompetisi di tingkat internasional. Mereka merencanakan untuk mengikuti berbagai ajang bergengsi lainnya di tahun-tahun mendatang, termasuk World Schools Debate Championship dan Asian Debate Championship.
“Kami ingin membuktikan bahwa prestasi ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari kerja keras dan dedikasi yang konsisten. Untuk adik-adik tingkat di FISIP, kami harapkan mereka terinspirasi dan terus membawa nama baik Unimwa di kancah internasional,” harap Rafiq Ahmad Wijaya.
Universitas Mandala Waluya juga telah menetapkan target ambisius untuk tahun-tahun mendatang. Pimpinan kampus merencanakan peningkatan alokasi dana untuk program pengembangan mahasiswa, termasuk beasiswa khusus untuk mahasiswa berprestasi, dan memperluas kerjasama dengan universitas-universitas terkemuka dunia.
### Penutup
Prestasi mahasiswa FISIP Universitas Mandala Waluya di kompetisi debat internasional di Bangkok merupakan bukti nyata bahwa institusi pendidikan di daerah bisa menghasilkan lulusan berkualitas internasional. Dengan dukungan penuh dari pimpinan kampus, dosen berdedikasi, dan fasilitas yang memadai, Unimwa terus membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi muda Indonesia yang kompetitif dan berkontribusi pada panggung global.
Sebagai institusi pendidikan yang terus berkembang, Universitas Mandila Waluya memberikan harapan baru bahwa keunggulan akademik tidak hanya terbatas pada universitas-universitas di pusat, melainkan juga bisa dimulai dari daerah dengan dedikasi, kerja keras, dan visi yang jelas.
—
Penulis: Tim Humas Universitas Mandala Waluya
Kendari, 11 April 2026