KENDARI — Universitas Mandala Waluya, khususnya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), mencatat pencapaian signifikan dalam perjalanan peningkatan mutu akademik institusi. Pada Sabtu, 13 April 2026, pengumuman resmi hasil akreditasi Fakultas FISIP telah ditetapkan dengan rating “A” (Unggul) oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), menandai babak baru dalam komitmen universitas terhadap excellence dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di Kalimantan Tenggara.
Pencapaian ini merupakan hasil dari upaya berkelanjutan yang telah dilakukan oleh civitas akademika FISIP selama tiga tahun terakhir, sejak persiapan akreditasi ulang dimulai pada tahun 2023. Tim internal quality assurance dan seluruh stakeholder akademik bekerja keras untuk memenuhi standar-standar nasional dan internasional yang ditetapkan oleh lembaga akreditasi.
### Latar Belakang Perjalanan Akreditasi
Fakultas FISIP Universitas Mandala Waluya didirikan pada tahun 1998 sebagai salah satu unit akademik yang menawarkan program studi dalam bidang ilmu sosial dan kebijakan publik. Sejak awal berdirinya, fakultas ini menjadi pusat pembelajaran bagi mahasiswa yang tertarik memperdalam ilmu tentang pemerintahan, komunikasi, hubungan internasional, dan administrasi publik. Namun, seperti institusi pendidikan lainnya, Fakultas FISIP menghadapi berbagai tantangan dalam mempertahankan dan meningkatkan kualitas akademik di tengah dinamika pendidikan tinggi nasional.
Akreditasi sebelumnya, yang diterima pada tahun 2020, masih berada pada peringkat “B” (Baik). Status ini memotivasi pimpinan fakultas untuk melakukan evaluasi mendalam dan merencanakan strategi peningkatan mutu yang komprehensif. Berbagai kelemahan yang teridentifikasi menjadi dasar penyusunan road map perbaikan yang ambisius namun realistis.
“Kami menyadari bahwa status akreditasi ‘B’ bukanlah akhir dari perjalanan kami, melainkan pemicu untuk terus berinovasi dan meningkatkan standar kualitas. Sejak 2023, kami telah mengidentifikasi area-area yang memerlukan perhatian khusus, mulai dari infrastruktur pembelajaran hingga kompetensi dosen,” ungkap Dr. Bambang Sutrisno, S.H., M.H., Dekan Fakultas FISIP Universitas Mandala Waluya, dalam konferensi pers yang diadakan di Aula Blok A Fakultas FISIP pada Senin, 14 April 2026.
### Strategi Peningkatan Mutu yang Terukur
Perjalanan menuju akreditasi “A” melibatkan berbagai inisiatif strategis yang dijalankan secara terkoordinasi. Pertama, Fakultas FISIP melakukan perekrutan dosen-dosen berkualifikasi tinggi, khususnya mereka yang memiliki gelar doktor dari universitas ternama nasional dan internasional. Hingga akhir tahun 2025, fakultas berhasil menambah 12 dosen baru dengan kualifikasi S3, sehingga persentase dosen dengan gelar doktor mencapai 85 persen, melampaui standar minimum BAN-PT yang menetapkan 50 persen.
“Investasi dalam sumber daya manusia adalah prioritas utama kami. Dosen yang berkualifikasi tinggi tidak hanya mampu mengajar dengan lebih efektif, tetapi juga dapat melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat yang lebih bermakna,” jelas Prof. Dr. Andi Wahyuddin, M.Si., Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP, dalam wawancara khusus dengan media kampus.
Inisiatif kedua adalah modernisasi infrastruktur pembelajaran. Universitas Mandala Waluya telah menginvestasikan dana sebesar Rp 8,5 miliar untuk pembangunan dan renovasi fasilitas akademik di FISIP, termasuk perpustakaan digital, ruang pembelajaran interaktif, dan laboratorium simulasi kebijakan publik yang dilengkapi teknologi terkini. Fasilitas-fasilitas baru ini dirancang untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi informasi, yang kini menjadi kebutuhan mendesak di era pendidikan 4.0.
Ketiga, implementasi kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri dan pasar kerja. Tim kurikulum FISIP melakukan riset ekstensif melibatkan alumni, praktisi, dan stakeholder eksternal untuk memastikan bahwa setiap program studi menawarkan kompetensi yang sesuai dengan perkembangan zaman. Program studi Ilmu Administrasi Publik, misalnya, telah mengintegrasikan mata kuliah mengenai e-governance, big data analytics, dan public policy dalam era digital.
“Kami tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga memastikan bahwa lulusan FISIP siap terjun langsung di dunia kerja dengan skill yang relevan dan dibutuhkan oleh institusi pemerintah maupun sektor swasta,” tambah Dr. Siti Nursalam, M.A., Kepala Program Studi Ilmu Administrasi Publik FISIP.
### Fokus pada Penelitian dan Publikasi Berkualitas
Salah satu aspek kritis dalam penilaian akreditasi adalah penelitian dan publikasi ilmiah. Pada periode 2023-2026, FISIP Universitas Mandala Waluya secara konsisten mendorong dosen untuk mempublikasikan hasil penelitian mereka di jurnal-jurnal nasional terakreditasi dan internasional. Hasilnya, jumlah publikasi ilmiah dari FISIP meningkat 150 persen dibandingkan periode akreditasi sebelumnya.
“Kami telah menetapkan target ambisius bahwa setiap dosen minimal harus mempublikasikan satu artikel di jurnal nasional terakreditasi atau jurnal internasional setiap tahunnya. Untuk mendukung hal ini, kami memberikan insentif dan pelatihan penulisan ilmiah secara berkala,” papar Dr. Moh. Ridho Alamsyah, M.Sc., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat FISIP.
Selain itu, FISIP juga memprioritaskan penelitian yang berdampak langsung pada pengembangan kebijakan publik dan pembangunan daerah. Beberapa penelitian flagship yang dilakukan dosen FISIP, misalnya mengenai good governance di pemerintah daerah Sulawesi Tenggara, pengembangan pariwisata berkelanjutan, dan strategi komunikasi publik dalam pelayanan kesehatan, telah menarik perhatian media nasional dan menjadi referensi bagi pengambil kebijakan lokal.
### Pengalaman Mahasiswa dan Keterlibatan Komunitas
Pengalaman belajar mahasiswa juga menjadi fokus utama dalam upaya peningkatan mutu. FISIP telah mengembangkan program-program pengalaman belajar di luar kelas yang komprehensif, termasuk magang wajib di institusi pemerintah, NGO, atau perusahaan swasta. Program pertukaran mahasiswa dengan universitas mitra di luar negeri juga telah diperluas, sehingga lebih banyak mahasiswa FISIP berkesempatan untuk belajar di luar negeri dan mengembangkan wawasan global.
“Kami percaya bahwa pendidikan tidak hanya terbatas pada kelas, tetapi juga melibatkan pengalaman praktis di dunia nyata. Mahasiswa kami harus mengerti bagaimana teori-teori yang mereka pelajari diterapkan dalam konteks kebijakan publik dan pelayanan publik yang sesungguhnya,” ujar Dr. Eka Priyanto, M.Si., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FISIP.
Selain itu, FISIP juga aktif terlibat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan. Dosen dan mahasiswa FISIP secara rutin melakukan kegiatan community service, pelatihan, dan program advokasi kebijakan di berbagai desa dan kelurahan di Kendari dan sekitarnya. Keterlibatan ini tidak hanya memberi manfaat langsung kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat relevansi program akademik dengan kebutuhan sosial nyata.
### Dukungan Pimpinan Universitas dan Tata Kelola Institusional
Pencapaian akreditasi “A” untuk FISIP tidak terlepas dari dukungan penuh pimpinan Universitas Mandala Waluya di tingkat rektorat. Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. H. Syamsul Bahri, M.Eng., menekankan bahwa akreditasi berkualitas tinggi merupakan bagian integral dari visi jangka panjang universitas untuk menjadi institusi pendidikan tinggi yang diakui secara nasional dan regional.
“Pencapaian FISIP dalam meraih akreditasi ‘A’ adalah kebanggaan bagi seluruh universitas. Ini menunjukkan bahwa dengan komitmen, kerja keras, dan strategi yang tepat, kita mampu meningkatkan mutu institusi kita secara signifikan. Kami berharap bahwa pencapaian ini dapat menginspirasi fakultas-fakultas lain untuk terus melakukan upaya peningkatan mutu,” ungkap Prof. Syamsul Bahri dalam sambutan resminya pada acara pengumuman akreditasi.
Di tingkat tata kelola institusional, FISIP juga telah mengimplementasikan sistem assurance quality yang komprehensif dan berkelanjutan. Tim quality assurance internal yang didukung oleh teknologi manajemen data akademik canggih terus memonitor kinerja berbagai aspek akademik, administratif, dan operational dengan metrik yang jelas dan terukur.
### Tantangan dan Visi Ke Depan
Meski telah meraih akreditasi “A”, FISIP Universitas Mandala Waluya menyadari bahwa perjalanan menuju excellence bukanlah garis lurus yang mudah. Masih terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi untuk mempertahankan dan lebih meningkatkan kualitas dalam masa depan.
Salah satunya adalah akselerasi digitalisasi pembelajaran. Pandemi COVID-19 telah membuktikan bahwa kemampuan beradaptasi dengan pembelajaran online adalah keterampilan kritis. FISIP kini merencanakan pengembangan lebih lanjut dari platform learning management system yang terintegrasi, serta pelatihan berkelanjutan untuk dosen dalam pedagogical innovation di era digital.
“Kami juga ingin meningkatkan kerjasama internasional, baik dalam bentuk penelitian kolaboratif maupun student and faculty exchange. Dengan memperkuat hubungan dengan universitas-universitas di luar negeri, diharapkan FISIP dapat meningkatkan kompetensi global dan membuka peluang bagi civitas akademika untuk belajar dan berbagi pengalaman di forum internasional,” kata Dr. Bambang Sutrisno.
Visi FISIP untuk lima tahun ke depan adalah menjadi fakultas ilmu sosial dan ilmu politik terdepan di kawasan Asia Tenggara dengan fokus pada penelitian dan pendidikan yang relevan dengan isu-isu pembangunan sosial dan kebijakan publik. Untuk mencapai visi ini, fakultas telah merencanakan berbagai inisiatif, mulai dari pendirian pusat riset tematik, pengembangan program magister dan doktor, hingga peningkatan infrastruktur akademik secara berkelanjutan.
### Dampak bagi Mahasiswa dan Industri
Akreditasi “A” yang diraih FISIP tentu memberikan dampak positif bagi mahasiswa dan alumni. Sertifikasi akreditasi berkualitas tinggi meningkatkan kredibilitas gelar yang diterima mahasiswa di mata employer, baik di sektor pemerintah maupun swasta. Selain itu, status akreditasi unggul juga membuka peluang lebih besar bagi mahasiswa untuk mengakses beasiswa lanjutan pendidikan ke jenjang magister dan doktor di universitas terkemuka nasional maupun internasional.
“Saya bangga menjadi mahasiswa di FISIP, khususnya setelah mengetahui bahwa fakultas saya telah meraih akreditasi ‘A’. Ini memberikan saya kepercayaan diri bahwa pendidikan yang saya terima di sini setara dengan standar internasional,” tutur Azizah Rahman, mahasiswa semester 8 Program Studi Ilmu Hubungan Internasional FISIP, dalam testimoni singkat.
Dari perspektif industri dan pasar kerja, akreditasi “A” FISIP membuka peluang lebih luas untuk menjalin kerjasama dengan institusi pemerintah, NGO, dan perusahaan swasta dalam program magang dan rekrutmen lulusan. Sejumlah lembaga pemerintah di tingkat kota dan provinsi telah menyatakan ketertarikan untuk memperdalam kerjasama dengan FISIP dalam bentuk pelatihan manajemen publik dan riset kebijakan.
### Penutup
Pencapaian akreditasi “A” bagi Fakultas FISIP Universitas Mandala Waluya pada April 2026 ini menandai momentum penting dalam perjalanan institusi menuju peningkatan mutu berkelanjutan. Hasil ini bukan sekadar penghargaan atas usaha yang telah dilakukan, tetapi juga motivasi untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan dinamika pendidikan tinggi global.
Dengan komitmen yang kuat dari pimpinan fakultas, dedikasi dosen dan tenaga kependidikan, dukungan mahasiswa, serta backing institusional dari rektorat, FISIP Universitas Mandala Waluya diproyeksikan mampu mempertahankan status akreditasi unggulnya dan bahkan terus meningkatkan kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan masyarakat di Kendari dan sekitarnya.
Sebagai institusi pendidikan di daerah, Universitas Mandala Waluya melalui FISIP telah membuktikan bahwa keunggulan akademik dapat dicapai tidak hanya di kota-kota besar, tetapi juga di daerah dengan komitmen, strategi yang tepat, dan dukungan semua pihak. Pencapaian ini diharapkan dapat menginspirasi institusi pendidikan lainnya di Sulawesi Tenggara untuk terus meningkatkan standar mutu pendidikan tinggi.
—
Jurnalis: Redaksi Kampus
Editor: Tim Komunikasi Universitas Mandala Waluya
Publikasi: 14 April 2026